Setuju Harga 50 Ribu, Ronal Surapraja: Rokok Memang Harus Mahal

By | August 27, 2016

Sempat muncul wacana dari pemerintah buat menaikkan harga rokok hingga mencapai Rp 50 ribu. Wacana tersebut dikaji Direktor Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan (Kemenkeu), dan di sisi yang lain Menteri Keuangan Sri Mulyani memastikan belum ada keputusan dari pemerintah terkait wacana ini.

Meski demikian kabar tersebut sudah mendapatkan reaksi yg cukup luas dari masyarakat. Salah satunya dari komedian Ronal Surapraja, yg mendukung seandainya ada kenaikan harga rokok. “Memang harus mahal, di luar negri mahal kok. Karena kan tembakaunya dari kita, wajar memang karena impor. Yang kedua perkapitanya lebih tinggi dari kita. Jadi memang harus mahal,” ujar Ronald Suryapraja di bilangan SCBD, Jakarta Selatan, Kamis (25/8/2016).Meski dirinya termasuk orang yg kerap merokok, Ronal sadar bahwa zat dalam rokok sebenarnya tidak baik buat tubuhnya. Selain itu dengan harga rokok yg mahal, hal itu mengurangi niat generasi muda yg belum berpenghasilan bagi membelinya.”Setuju, sejujurnya aku perokok, aku tau itu nggak sehat, kalau aku disuruh berhenti ya aku berhenti. Saya bukan perokok berat, rokok aku pun rokok paling kecil . Egoisnya saya, aku tak mau anak aku ngerokok, makanya aku ngerokok nggak pernah di rumah,” tuturnya.Harga Rp 50 ribu seperti yg sempat muncul dalam wacana dianggap oleh sebagian masyarakat terutama kalangan bawah terlalu mahal. Namun buat Ronal harga tersebut ia sebut masih murah. “Wajar lah, masih murah malah Australia malah 100 ribu,” tandasnya. (kpl/far/sjw)
Sumber: http://www.merdeka.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.