Terancam Ditutup, Obyek Wisata Karomba Semakin Dibanjiri Wisatawan

By | September 19, 2016

PINRANG, KOMPAS.com – Meski sedang disorot pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat RI karena diduga dibuka tanpa surat izin resmi, serta lokasinya berada di kawasan Hutan Produksi Terbatas (hpt), obyek wisata alam Karomba tetap ramai dikunjungi wisatawan.

Kawasan destinasi wisata alam dan wisata agro seluas 80 hektar itu memiliki panorama alam yg indah dan menakjubkan. Tak heran, obyek wisata di Desa Betteng, Kecamatan Lembang, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, setiap Sabtu-Minggu dan hari libur terus dipadati ribuan pengunjung dari berbagai daerah.

Sejak menjadi perbincangan di media sosial, obyek wisata puncak Karomba kini selalu disesaki tak cuma wisatawan lokal namun juga wisatawan dari luar provinsi.

KOMPAS.com/JUNAEDI Salah sesuatu sudut obyek wisata Karomba, di Pinrang, Sulawesi Selatan. Kawasan wisata populer ini ternyata belum mengantongi izin pemerintah.

Obyek wisata Karomba terletak sekitar 60 kilometer dari ibu kota Pinrang. Untuk mencapai kawasan ini, dibutuhkan waktu tempuh sekitar beberapa jam dari Pinrang. Di sepanjang perjalanan pengunjung mulai melewati perkampungan, hamparan ladang dan areal persawahan.

Sebagian jalan menuju ke lokasi memang belum diaspal. Sebagain badan jalan masih memakai kerikil lepas. Beberapa kilometer di antaranya sudah diaspal beton. Namun perjalanan yg melelahkan seolah terbayarkan ketika pengunjung datang di obyek wisata ini.

Untuk masuk ke tempat wisata ini, pengunjung cuma dikenakan biaya parkir motor sebesar Rp 2.000. Selanjutnya pengunjung bebas menikmati pemandangan apa saja. Di puncak Karomba, terdapat sebuah jembatan gantung yg menghubungkan bukit sesuatu dengan bukit lainnya.

KOMPAS.com/JUNAEDI Meski disorot pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat RI, obyek wsiata Karomba di Kecamatan Lembang, Pinrang, Sulawesi Selatan justru makin dipadati pengunjung terutama pada hari Sabtu-Minggu dan hari libur lainnya.

Di bukit ini, terdapat kafe, beberapa buah vila yg bentuknya menyerupai rumah adat Toraja. Vila ini bisa disewa oleh pengunjung dengan tarif Rp 300.000 per malam. Pemandangan yg sangat eksotis kelihatan makin memikat wisatawan terutama di sore hari hingga matahari terbenam.

Keesokan harinya, pengunjung yg menginap mampu menikmati keindahan matahari terbit di pagi hari.

Menjelang siang hari, pengunjung semakin ramai berdatangan. Mereka tiba dari berbagai daerah, seperti dari Kabupaten Bone, Sidrap, dan Kota Makassar.

Tari, salah sesuatu wisatawan yang berasal Polewali Mandar, Sulawesi Barat mengaku sengaja tiba setelah terpikat dengan sejumlah foto-foto yg ditayangkan di media sosial. Tari mengaku sangat puas dan betah tinggal di Karomba lantaran pemandangan alamnya yg menakjubkan.

KOMPAS.com/JUNAEDI Meski disorot pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat RI, obyek wsiata Karomba di Kecamatan Lembang, Pinrang, Sulawesi Selatan justru makin dipadati pengunjung terutama pada hari Sabtu-Minggu dan hari libur lainnya.

“Senang dapat menikmati panorama alam yg indah dan menarik. Meski lelah dalam perjalanan selama lebih dari beberapa jam, namun seolah terbayarkan begitu datang di lokasi wisata Karomba,” ujar Tari.

Obyek wisata ini juga menjadi salah sesuatu tempat favorit para fotografer. Di tempat ini pula wisatawan juga mampu menikmati aneka buah segar. Apalagi pengelola tengah mempersiapakan lahan perkebunan apel dan stroberi.

Sumber: http://travel.kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.