3.332 Wisman Malaysia “Ketagihan” Festival Wonderful Indonesia Di Aruk

By | September 21, 2016

SAJINGAN, KOMPAS.com – Perhelatan Festival Wonderful Indonesia (FWI) yg digelar Kementerian Pariwisata (Kemenpar) di Aruk, Kecamatan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat sukses mendulang angka fantastis kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dari negara Malaysia.

Berdasarkan data yg diperoleh dari Imigrasi, tercatat sedikitnya sebanyak 3.332 wisman yg tiba melalui pintu Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Aruk dalam beberapa hari berturut-turut.

Pada hari pertama, Sabtu (17/9/2016), tercatat sebanyak 1.105 wisman yg datang, termasuk rombongan ratusan pengendara motor gede (moge) yg dipimpin segera oleh Timbalan Ketua Menteri Sarawak Datuk Amar Abang Zohari bin Tun Abang Haji Openg atau yg lebih dikenal dengan sebutan Abang Jo.

Rangkaian festival hari pertama menyuguhkan penampilan lomba tarian tradisional yg diikuti 18 kelompok, pertandingan sepak bola jalanan yg diikuti sebanyak 23 tim merupakan 13 tim dari Indonesia, serta 10 tim dari Malaysia, lomba melukis perisai dan diakhiri dengan penampilan artis dangdut Viola Arsa.

KOMPAS.COM/YOHANES KURNIA IRAWAN Rombongan pengendara motor gede (Moge) dari Sarawak yg tiba menghadiri pembukaan Festival Wonderful Indonesia di Aruk, Kecamatan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, Sabtu (17/9/2016).

Sedangkan pada hari kedua, Minggu (18/9/2016), angka yg tercatat sebanyak 2.227 wisman atau beberapa kali lipat dari penyelenggaraan hari pertama. Rangkaian festival pada hari kedua dimeriahkan dengan penampilan artis lokal, lomba sumpit, dan diakhiri dengan penampilan artis yang berasal Malaysia, Najwa Latif.

Kepala Bidang Festival Asisten Deputi Pemasaran Asia Tenggara Kemenpar, Eddy Susilo menyampaikan wilayah perbatasan adalah pasar potensial buat selalu dikembangkan antara yang lain dengan menggelar FWI secara reguler dan lebih menarik, yg sekaligus memperkenalkan budaya lokal yg berpotensi dikenal secara internasional.

“Misi penyelenggaraan acara ini adalah dalam rangka pencapaian target kunjungan 12 juta wisman pada tahun 2016, serta promosi Wonderful Indonesia ditingkat internasional, khususnya upaya meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara dari Malaysia,” kata Eddy, Minggu (18/9/2016).

Dari sebanyak 19 pintu masuk wisatawan ke Indonesia, border Aruk yg berbatasan darat dengan Sarawak mampu menjadi salah sesuatu penyumbang besar masuknya wisman. Festival yg dihelat dengan mengusung konsep cross-border tourism ini pun tidak terlepas dari hubungan kekerabatan masyarakat yg tinggal di sepanjang perbatasan.

KOMPAS.COM/YOHANES KURNIA IRAWAN Lomba melukis perisai yg digelar dalam rangkaian Festival Wonderful Indonesia (FWI) di Aruk, Kecamatan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat pada 17-18 September 2016.

Festival yg dikemas dengan konsep konser musik serta beragam pertandingan yg melibatkan masyarakat perbatasan dari kedua negara ini terbukti ampuh dan efektif dalam mendatangkan wisman dalam jumlah besar.

Upaya promosi dan persiapan serta komitmen panitia penyelenggara dalam menyukseskan festival dengan mendatangkan sebanyak mungkin wisatawan ini pun layak diapresiasi. Promosi yg dikerjakan tidak cuma di kalangan masyarakat di Kabupaten Sambas saja, tapi juga promosi di Sarawak hingga Brunai Darussalam melalui media massa dan penyiaran setempat.

Peran Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Kuching juga sangat berpengaruh dalam meningkatkan kunjungan wisman yang berasal Malaysia bagi berkunjung di perbatasan.

Konsul Jenderal KJRI Kuching, Jahar Gultom menyampaikan kerja keras panitia dalam rangka menyukseskan kegiatan ini melalui koordinasi yg intensif dengan pihak konsulat berbuah manis dengan jumlah kunjungan yg fantastis.

KOMPAS.COM/YOHANES KURNIA IRAWAN Aksi panggung artis Viola Arsa memukau pengunjung dalam rangkaian Festival Wonderful Indonesia (FWI) di Aruk, Kecamatan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat pada 17-18 September 2016.

“Kami (konsulat) sangat senang kegiatan ini diselenggarakan di perbatasan. Kami melihat dengan kegiatan ini sudah tidak mengurangi hubungan yg semakin akrab, hubungan silaturahmi yg semakin dekat dan erat antara masyarakat Indonesia dan Malaysia khususnya di wilayah perbatasan,” ungkap Jahar.

Jahar menambahkan, penyelenggaraan ini pun tidak cuma sekadar bagi tujuan wisata, tapi lebih kepada semakin mendekatkan hubungan antar-negara ke level yg lebih tinggi. Karena, kegiatan ini sudah menciptakan adanya saling kepercayaan khususnya antara masyarakat di perbatasan.

“Dengan adanya kegiatan ini kami juga berharap adanya pemahaman baru tentang pentingnya hubungan yg baik antara Indonesia-Malaysia di perbatasan ini,” ujarnya.

Penyelenggaraan FWI di Aruk kali ini, dapat dikatakan perhelatan yg paling sukses dibandingkan dengan dua penyelenggaraan serupa sebelumnya.

KOMPAS.COM/YOHANES KURNIA IRAWAN Aksi panggung artis yang berasal Malaysia, Najwa Latif memukau pengunjung dalam rangkaian Festival Wonderful Indonesia (FWI) di Aruk, Kecamatan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat pada 17-18 September 2016.

Meski tidak gampang mendatangkan angka yg fantastis, belajar dari pengalaman sebelumnya di lokasi yg sama pada bukan Februari 2016, panitia pun berjuang semaksimal mungkin dalam upaya menggaet kunjungan wisman dari Malaysia.

Selama beberapa hari penyelenggaraan festival, ribuan masyarakat memadati halaman panggung penting bagi menyaksikan rangkaian acara demi acara. Areal parkir kendaraan juga dipenuhi kendaraan roda empat dengan plat nomor dari Malaysia.

Dampak ekonomi juga dirasakan masyarakat yg berjualan aneka produk kuliner dan kerajinan di stand pameran yg disediakan panitia ketiban rezeki dari pengunjung yg berbelanja.

Jika diasumsikan dari jumlah kunjungan 3.332 wisman tersebut rata-rata membelanjakan uangnya RM 100 (sekitar Rp 300.000) per orang, maka diasumsikan perputaran transaksi dalam beberapa hari penyelenggaraan tersebut mencapai angka Rp 999,6 juta atau hampir mendekati angka Rp 1 miliar.

Angka tersebut belum ditambah dengan wisatawan lokal atau masyarakat dari Kabupaten Sambas yg membelanjakan uang mereka selama acara berlangsung.

KOMPAS.COM/YOHANES KURNIA IRAWAN Timbalan Ketua Menteri Sarawak Datuk Amar Abang Zohari bin Tun Abang Haji Openg diberi kehormatan memotong bambu memakai Mandau dalam rangkaian pembukaan Festival Wonderful Indonesia di Aruk, Kecamatan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat pada 17-18 September 2016.

Bupati Sambas, Atbah Romin Rohaili mengatakan, Kabupaten Sambas yaitu salah sesuatu serambi atau beranda terdepan Indonesia yg memiliki wilayah perbatasan darat dengan negara Sarawak, Malaysia.

Karena wilayah perbatasan yaitu ranah kewenangan pemerintah pusat, orang nomor sesuatu di Sambas ini pun berharap percepatan pembangunan terutama di bidang infrastruktur menjadi perhatian pemerintah pusat.

“Dengan kegiatan ini juga diharapkan adanya terjalin kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Sambas dengan pihak pemerintah Sarawak, terutama buat membangkitkan perekonomian yg dapat berdampak segera manfaatnya dirasakan oleh masyarakat,” ujar Atbah.

Secara umum, wilayah perbatasan di Kabupaten Sambas memiliki daya tarik tersendiri dalam menarik kunjungan wisatawan lokal maupun mancanegara.

Hamparan pantai di Kecamatan Paloh yg memiliki garis pantai peneluran penyu terpanjang di Indonesia sepanjang lebih dari 62 kilometer, hingga daerah perbukitan di kecamatan lainnya menyimpan segudang tempat menarik bagi dikunjungi, seperti air terjun dan biodiversiti hutan yg masih alami. Belum lagi kain tenun khas dari Sambas yg telah terkenal di negeri seberang.

KOMPAS.COM/YOHANES KURNIA IRAWAN Timbalan Ketua Menteri Sarawak Datuk Amar Abang Zohari bin Tun Abang Haji Openg didampingi Bupati Sambas Atbah Romin Rohaili mengunjungi stand pameran dalam rangkaian Festival Wonderful Indonesia di Aruk, Kecamatan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat pada 17-18 September 2016.

Dengan segudang potensi yg dimiliki, tentu ini menjadi pekerjaan rumah dan tantangan besar buat Kabupaten Sambas dalam mengelola dan mengemas potensi wisata alam dan budaya yg ada, sehingga mampu tetap berkelanjutan, ramah lingkungan, ramah masyarakat, dan juga ramah buat wisatawan.

Sehingga, dengan adanya potensi peluang minat dan kunjungan wisatawan khususnya wisatawan mancanegara, secara tak segera mampu berdampak pada pendapatan asli daerah dari sektor pariwisata.

Sumber: http://travel.kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.