Punya Anak Tak Jadi Penghalang Untuk Bertualang…

By | September 22, 2016

JAKARTA, KOMPAS.com – Adakah di antara Anda yg gemar bertualang sebelum menikah? Namun, tidak jarang perempuan yg berhenti bertualang saat telah menikah dan memiliki buah hati.

Kasus tersebut banyak terjadi pada perempuan masa kini. Kesibukan menjadi seorang istri dan ibu menenggelamkan hobi bertualang. Jangan bersedih, sebenarnya ada cara agar tetap bisa bertualang tanpa perlu merasa bersalah meninggalkan anak dan suami.

“Saya juga pernah mengalami fase seperti itu. Tahun 1980-an sampai 1990-an aku dan teman-teman aktif, kemudian setelah milik anak aku berhenti (bertualang naik gunung dan rafting),” kata Amalia Yunita (40), CEO dari Arus Liar, wisata arung jeram di Sungai Citarik.

Yunita bukanlah perempuan pada umumnya. Di usia 49 tahun ia sudah menjajal puncak tertinggi di Indonesia, Carstensz dan pegunungan tertinggi di dunia, Himalaya. Ia juga rutin mengarungi derasnya aliran sungai-sungai di dunia lewat olahraga rafting yg ia gemari. Sejak kuliah, Yunita aktif di kegiatan pecinta alam di kampusnya yakni Trisakti.

“Tahun 2006 aku kumpul lagi bersama teman-teman bagi menginspirasi perempuan Indonesia. Meski telah milik anak kalian tetap bisa bertualang lagi. Juga bukan hal yg aneh, akhirnya kalian bagi Female Trekkers,” kata Yunita ketika ditemui di acara talkshow Kompas Travel Fair, Sabtu (3/9/2016).

Meski begitu, tujuannya bertualang kali ini berbeda ketika di zaman kuliah dulu. Yunita bersama teman-teman menetapkan mulai lebih bijak di usia yg matang dan memiliki keluarga buat bertualang sembari membawa misi sosial. Yaitu, bertualang bagi menolong penggalangan dana untuk penderita penyakit Lupus di Indonesia.

“Waktu ke Himalaya hampir sesuatu bulan merasa bersalah karena meninggalkan keluarga. Tetapi karena membawa misi sosial jadi seimbang,” kata Yunita.

Yunita menyarankan untuk siapa pun yg ingin bertualang setelah cukup lama vakum, buat cermat dalam memilih destinasi dan aktivitas, mencari keterangan sebanyak-banyaknya, dan memakai jasa operator wisata seandainya memang dibutuhkan.

Latihan fisik rutin, menurut Yunita, juga diperlukan sebelum akan kembali bertualang. Tentunya yg tidak kalah utama adalah meminta izin pada keluarga. Seperti Yunita yg mendapat izin dari suami dan tiga orang anaknya. 

*******

KompasTravel kembali menghadirkan kuis “Take Me Anywhere 2”. Pemenang mulai mendapatkan kesempatan liburan gratis yg seru ke Yogyakarta selama tiga hari beberapa malam.

Hadiah telah termasuk tiket pesawat, transportasi lokal, hotel, konsumsi, dan beragam aktivitas seru selama di Yogyakarta. Juga raih kesempatan memenangkan hadiah smartphone. Klik link berikut: Cara Mudah Dapatkan Liburan Gratis di Yogyakarta Bareng “Take Me Anywhere 2”

Sumber: http://travel.kompas.com