Wakatobi Membutuhkan Pemandu Selam Profesional

By | September 23, 2016

WANGIWANGI, KOMPAS – Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara, membutuhkan lebih banyak pemandu selam profesional. Wakatobi ditetapkan sesuatu dari sepuluh tujuan wisata prioritas pemerintah pusat.

Dari sisi hayati bawah laut, gugusan Kepulauan Wakatobi (Wangiwangi, Kaledupa, Tomia, dan Binongko) menjanjikan pengalaman menyelam mengesankan.

”Di segala Wakatobi, cuma ada 15 pemandu selam profesional berkualifikasi master,” kata pegiat Asosiasi Penyelam Profesional Wakatobi, Guntur, di Wangiwangi, Selasa (20/9/2016).

Dari sisi jumlah, kata Guntur, setidaknya masih dibutuhkan 20 penyelam profesional berkualifikasi dive master. Faktanya, sejumlah pemandu selam masih di bawah dive master.

Kualifikasi pemandu selam terkait kemampuan tertentu, yg terhubung dengan standar keselamatan tertentu. Di sisi lain, potensi bawah laut Wakatobi tak mampu menunggu bagi selalu dieksplorasi wisatawan, baik domestik maupun asing.

Kekurangan pemandu selam profesional dengan kualifikasi dive master, sebagian disebabkan masih minimnya kompensasi dari pelaku usaha pengguna jasa para penyelam itu. Saat ini, kata Guntur, Wakatobi cenderung cuma dianggap sebagai tempat belajar buat para pemandu selam pemula dengan kualifikasi di bawah dive master.

Saat sebagian di antara pemandu selam itu mencapai kualifikasi dive master, biasanya mereka pindah ke lokasi yang lain yg memberi kompensasi lebih baik. Sejumlah lokasi itu, seperti Kepulauan Raja Ampat di Papua Barat yg menjadi primadona pemburu pengalaman menyelam.

KOMPAS/HERU SRI KUMORO Penyelam menikmati keindahan bawah laut di Pantai Waha, Wakatobi, Sulawesi Tenggara, Jumat (24/6/2016).

Di Wakatobi, terdapat 15 operator usaha penyelaman, masing-masing 8 operator di Wangiwangi, 4 operator di Kaledupa, dan 3 operator di Tomia. Adapun di Pulau Binongko, tak ada sesuatu pun operator yg menjalankan usaha. Binongko, pulau paling selatan dari gugusan Wakatobi.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Wakatobi Nadar mengatakan, dalam waktu 1-2 tahun ke depan, bakal dikerjakan akselerasi pengembangan pariwisata di Wakatobi. Eksotisme bawah laut merupakah salah sesuatu pengalaman yg dijual kepada para wisatawan. (INK)
Sumber: http://travel.kompas.com