Indonesia Optimistis Menuju Pariwisata Halal Nomor Satu Di Dunia

By | September 23, 2016

JAKARTA, KOMPAS.com – Ketua Tim Percepatan dan Pengembangan Pariwisata Halal, Riyanto Sofyan optimistis Indonesia dapat menjadi destinasi pariwisata halal nomor sesuatu di dunia pada tahun 2019. Pembenahan di seluruh aspek pariwisata dibutuhkan buat menuju target tersebut.

“Karena kalian lihat antusiasme industri wisata buat mengembangkan pariwisata halal, kalian mulai dapat lebih cepat (naik peringkat),” jelas Riyanto kepada KompasTravel seusai acara Jumpa Pers “Pengumuman Pemenang Kompetisi Pariwisata Halal Tingkat Nasional Tahun 2016” di Hotel Sofyan, Jakarta, Rabu (21/9/2016).

Ia mengatakan, seandainya Indonesia mempertahankan momentum pengembangan pariwisata halal yg sudah berjalan, maka peringkat Indonesia di Global Muslim Travel Index (GMTI) dapat lebih cepat naik. Riyanto menegaskan perbaikan aspek-aspek seperti atraksi, amenitas, dan akses mesti ditingkatkan bagi mendorong percepatan pariwisata halal di Indonesia.

“Negara-negara seperti Malaysia, Turki, Singapura, dan Thailand itu kekuatannya adalah persoalan sertifikasi. Lebih kuat branding-nya. Kita kan baru-baru saja semenjak pak Arief Yahya bagi promosi dan pemasarannya. Infrastruktur berupa akses juga kurang. Kalau bagi keamanan lebih aman kita. Turki dan Malaysia itu ada gejala politiknya. Jadi aku optimistis mampu naik yang berasal peningkatan pariwisata halal tadi kalian kembangkan,” tambahnya.

Cara yg mulai dikerjakan Indonesia melalui Kementerian Pariwisata bagi peningkatan peringkat halal, lanjut Riyanto, adalah dengan mengikuti penghargaan-penghargaan kelas dunia seperti World Halal Tourism Award. Selain itu juga melakukan familirization trip, sales mission, dan aneka kegiatan pemasaran.

KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA Wisman di Gili Trawangan, Lombok, NTB, Jumat (25/8/2016).

Seperti diketahui Mastercard dan Crescenrating merilis GMTI pada 22 Februari 2015. Ada beberapa hasil peringkat GMTI yakni 10 destinasi terfavorit di negara-negara Organization of Islamic Cooperation (OIC) dan Non-OIC.

10 destinasi terfavorit di negara-negara OIC secara berurut adalah Malaysia, Turki, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Qatar, Indonesia, Oman, Jordan, Maroko, dan Brunei. Sementara, 10 destinasi terfavorit di negara-negara Non-OIC secara berurut adalah Singapura, Thailand, Inggris, Afrika Selatan, Perancis, Belgia, Hong Kong, Amerika Serikat, Spanyol, dan Taiwan.

Sementara Kementarian Pariwisata memiliki target kunjunga wisatawan Muslim ke Indonesia pada tahun 2019 yakni 5 juta. Sebelumnya, pada tahun 2014 target yg ditetapkan adalah 2 juta wisatawan Muslim.

Indonesia sendiri pada tahun 2015 berhasil menyabet tiga penghargaan di World Halal Travel Award. Pulau Lombok berhasil memenangkan kategori World’s Best Halal Tourism Destination dan World’s Best Halal Honeymoon Destination dan Sofyan Hotel Group juga meraih penghargaan World Halal Travel Awards (WHTA) 2015 bagi kategori World’s Best Family Friendly Hotel.

*****

KompasTravel kembali menghadirkan kuis “Take Me Anywhere 2”. Pemenang mulai mendapatkan kesempatan liburan gratis yg seru ke Yogyakarta selama tiga hari beberapa malam.

Hadiah telah termasuk tiket pesawat, transportasi lokal, hotel, konsumsi, dan beragam aktivitas seru selama di Yogyakarta. Juga raih kesempatan memenangkan hadiah smartphone. Klik link berikut: Catat, 6 Tips “Selfie” Saat Liburan ala “Take Me Anywhere 2”

Sumber: http://travel.kompas.com