Garuda Perpanjang Kerja Sama Dengan Pariwisata Australia

By | September 25, 2016

JAKARTA, KOMPAS.com — Garuda Indonesia dan Tourism Australia memperpanjang kerja sama promosi pemasaran dan pariwisata. Hal itu dikerjakan menyusul kesuksesan peningkatan jumlah penumpang dari Indonesia ke Australia pada 2015.

“Kami (Garuda) mencatat telah terdapat 50.000 penumpang yg diterbangkan ke Australia,” ujar Direktur Niaga Garuda Indonesia, Agus Toni Soetirto, di acara Partnership Signing Ceremony di Kantor Garuda Indonesia, Kebon Sirih, Jakarta, Jumat (23/9/2016).

Agus melanjutkan, tak ada yg berubah secara signifikan dalam perpanjangan kerja sama tersebut. Garuda tetap terbang dengan rute yg sama, seperti Sydney, Melbourne, dan Perth.

“Belum ada rute baru buat tahun ini, mungkin tahun depan ada. Bisa ke Adelaide atau Brisbane,” ujar Agus Toni Soetirto.

Lebih lanjut, Agus mengatakan, ketika ini bagi menuju ke Australia dari Indonesia masih melewati beberapa bandar udara, merupakan Soekarno-Hatta, Jakarta, dan Ngurah Rai, Denpasar, Bali.

“Untuk harga sekali terbang tergantung kapan terbangnya. Kalau sedang low season, sekitar Rp 5 juta sampai Rp 6 juta, sementara peak season sekitar Rp 8 jutaan,” kata Agus.

Ia melanjutkan, tahun ini Garuda mempunyai target 80.000 penumpang yg mulai diterbangkan ke Australia. Agus optimistis bakal menembus target itu.

Saat ini, Garuda mulai memberikan paket untuk pencinta band yang berasal Inggris, Coldplay, yg mulai konser di Australia tahun ini.

“Setelah Liverpool, kalian (Garuda) mulai memberikan paket terbang ke Australia sembari menonton Coldplay, nantikan di website kami,” ujar Agus.

Sementara itu, General Manager Tourism Australia, Michael Newcombe, mengatakan, kerja sama ini diharapkan dapat menciptakan sinergi kuat antardua negara terkait pariwisata. Dia mengaku bangga bekerja sama kembali dengan Garuda Indonesia.

“kualitas pesawat dan pelayanan yg bagus mulai meningkatkan kunjungan kenaikan pariwisata antara Indonesia dan Australia,” ujar Michael.

Dengan adanya rute Kangaroo Road yg diberikan Garuda Indonesia, lanjut Michael, hal itu dapat menjadi potensi utama buat wisata Australia.

Sumber: http://travel.kompas.com