Keren, Ada “Stupa” Di Bawah Laut Gugus Derawan

By | September 26, 2016

TANJUNG BATU, KOMPAS.com – Ada stupa-stupa mini di sejumlah titik di dasar laut di sekitar Pulau Rabu Rabu, Kecamatan Derawan, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Setidaknya 19 stupa di sebelah barat dari Rabu Rabu dan 28 di selatan.

Pulau Rabu Rabu sendiri berada di antara Kampung Tanjung Batu dan Pulau Panjang. Bentuk stupa memang sederhana. Seperti stupa di Candi Borobudur pada umumnya, lengkap dengan lubang-lubang.

Stupa dibentuk dari perpaduan koral, pasir, dan semen. Bobotnya besar, biasanya perlu empat pria dewasa bagi menggeser sesuatu stupa saja. Stupa juga disebut sebagai reef dome, karena bentuknya seperti kubah atau doom.

Stupa yg di dasar laut di sekitaran Rabu Rabu masing-masing titik terdiri dari tujuh stupa ukuran tinggi 70 centimeter, diameter bawah 65 cm, dan diameter bagian atas 30 cm. Stupa dibentuk dengan sengaja sebagai karang buatan buat tujuan restorasi terumbu karang di perairan Derawan.

“Dirancang sebagai wahana bawah air buat penelitian, pendidikan, hingga urusan pariwisata,” kata Abdul Gofur dari Yayasan Nusa Bahari.

Stupa ini dilakukan para pecinta bawah air yg tergabung dalam Nusa Bahari. Mereka ini memiliki semangat memperbaiki ekosistem bawah laut. Pabrik pencetak stupa sendiri meminjam halaman mess karyawan yg berdiri di atas air di samping dermaga Tanjung Batu.

Nusa Bahari menggandeng perusahaan tambang batu bara PT Berau Coal buat memuluskan pekerjaan mereka ini. Perairan Rabu Rabu sebagai tempat meletakkan karang buatan berada cuma 30 menit dari Tanjung Batu dengan memakai speedboat.

Bandingkan dengan jarak 60 menit dari Tanjung Batu ke Derawan, 90 menit ke Kakaban atau Maratua. Rabu Rabu dipilih sebagai awal gerakan Nusa Bahari lantaran terumbu dan ikan-ikan di sana sebab tidak kalah dari pulau-pulau yang lain di sekeliling Derawan.

Namun sayangnya terumbu karang mengalami kerusakan akibat nelayan menangkap ikan. Gofur menyampaikan nelayan menangkap ikan dengan memakai bom.

“Dulu hampir setiap hari ada saja nelayan yg melakukan penangkapan ikan di pulau itu. Dulu bom sering sampai terdengar,” kata Gofur.

KOMPAS.com/Dani J Sudah 47 stupa yg dilepaskan ke dalam laut. Semua masih di sekitaran pulau Rabu Rabu.

Nusa Bahari berupaya mengembalikan keindahan bawah air itu. Karang buatan pun jadi solusi. Aksi meletakkan karang buatan itu sejatinya telah berlangsung sejak Juli 2016 dahulu dan mulai selalu dikerjakan di waktu-waktu ke depan.

Saat pelepasan karang pertama, puluhan stupa dibawa dengan longboat. Kemudian stupa diturunkan ke dua titik dalam air, dengan hati-hati, penuh perhitungan, dan dekat terumbu karang yg masih alami.

“Lubang-lubang menjadi tempat bermain ikan. Lama-lama muncul terumbu, menarik ikan. Pada saatnya nanti laut Rabu Rabu jadi kembali indah dan semakin dikenal wisatawan yg ingin menyelam di sana,” kata Gofur.

Harapannya, Rabu Rabu juga dapat dijual seiring tenarnya Pulau Derawan. Kecamatan Derawan, lokasi Rabu Rabu, memang selalu menjadi pesona. Gugus pulau di sana dan keindahan bawah laut yaitu tempat bagus buat diselami ataupun snorkeling saja.

Perairan Derawan tidak pernah sepi dari wisatawan. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Berau mencatat 190 wisatawan manca negara dan 5.130 wisatawan dalam negeri bertandang ke Derawan sepanjang tahun 2016 ini. Derawan kemudian menjadi pusat tinggal wisatawan sebelum menjangkau ke Sangalaki, Kakaban, dan Maratua.

***

KompasTravel kembali menghadirkan kuis “Take Me Anywhere 2”. Pemenang mulai mendapatkan kesempatan liburan gratis yg seru ke Yogyakarta selama tiga hari beberapa malam.

Hadiah telah termasuk tiket pesawat, transportasi lokal, hotel, konsumsi, dan beragam aktivitas seru selama di Yogyakarta. Juga raih kesempatan memenangkan hadiah smartphone. Klik link berikut: Gratis Liburan Seru di Yogyakarta, Mau?

Sumber: http://travel.kompas.com