Jangan Salah, Pose “Reclining Buddha” Punya Tiga Arti

By | September 27, 2016

YANGON, KOMPAS.com – Dalam kepercayaan umat Buddha, ada puluhan gesture alias pose yg dimiliki Buddha. Mulai dari duduk, berdiri, dan pose tidur yg kerap disebut sebagai reclining Buddha.

Reclining disebut-sebut sebagai pose paling sakral dari Buddha. Namun ketika melihatnya di kuil, banyak turis yg menyangka semua reclining Buddha adalah pose ketika Buddha memasuki dunia nirwana.

“Padahal tak hanya itu. Tergantung ke mana arah tidurnya,” tutur pemandu wisata di Yangon, Myanmar, Nang Hla May kepada KompasTravel.

KompasTravel pada Senin (26/9/2016) mengunjungi Chauk Htat Gyi, salah satu temple (kuil) yg memiliki patung reclining Buddha dalam ukuran raksasa.

Nang Hla May kemudian menjelaskan, ini adalah salah sesuatu patung reclining Buddha terbesar di Asia Tenggara. “Panjangnya 66 meter. Terbesar kedua di Myanmar,” katanya.

Pose tidur alias reclining Buddha kadang diidentikkan dengan pose sakral sebelum Buddha mencapai nirwana.

KOMPAS.COM/SRI ANINDIATI NURSASTRI Reclining Buddha di Kuil Chauk Htat Gyi, Yangon, Myanmar.

Hal itu, menurut May, cuma berlaku seandainya patung tersebut memanjang ke arah utara. “Jika ke arah utara, berarti menuju nirwana. Jika ke arah selatan berarti sedang beristirahat. Jika ke arah timur, berarti sedang berbagi ilmu,” papar May.

Oleh karena itu di Myanmar, lanjut May, ada tradisi yg melarang umat Buddha tidur menghadap utara.

“Menghadap utara itu cuma buat Buddha. Orang biasanya tidur ke arah timur atau selatan,” tambah May.

Sumber: http://travel.kompas.com